Selamat Datang

Selamat Datang di SMP 1 Pamotan

Kegiatan Belajar Mengajar

Suasana pembelajaran di kelas

Identitas Sekolah

Propinsi : Jawa Tengah Kab./Kota : Rembang Status Sekolah : Negeri No. NSS Nama Sekolah Alamat Sekolah Kode Pos No. Telepon Kecamatan 1. 201031707006 SMP Negeri 1 Pamotan Jl. Lasem No.17 Pamotan 59261 (0295) 531838 Pamotan  

Identitas Sekolah

Propinsi : Jawa Tengah Kab./Kota : Rembang Status Sekolah : Negeri No. NSS Nama Sekolah Alamat Sekolah Kode Pos No. Telepon Kecamatan 1. 201031707006 SMP Negeri 1 Pamotan Jl. Lasem No.17 Pamotan 59261 (0295) 531838 Pamotan  

penerimaan peserta didik baru tahun 2009/2010 SMP N1PAMOTAN

Diawali dengan kegiatan masa orientasi sekolah selama 3 hari.

penghargaan handtrymatika yang ditemukan guru SMP Negeri 1 Pamotan

Gambar Penghargaan Metode Handtrymatika yang ditemukan salah satu guru SMP Negeri 1 Pamotan

http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/811790gerbang.jpg http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/702362kbm.jpg http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/579561DSC00068.JPG http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/722266DSC00030.JPG http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/435445DSC00135.JPG http://www.smpn1pamotan.sch.id/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/707101DSC00329.JPG
# # /data-individu-sekolah/47 /data-individu-sekolah/47 /component/content/article/71 /submit-an-article
  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • triebudie

    Cetak E-mail

    Membangun Karakter dan Watak BangsaMelalui Pendidikan Mutlak Diperlukan

    Oleh: Drs. Bambang Nurokhim

    Apabila kita simak bersama, bahwa dalam pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja, namun lebih jauh dan pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik, lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Memang idealnya demikian. Namun apa yang terjadi di era sekarang? Banyak kita jumpai perilaku para anak didik kita yang kurang sopan, bahkan lebih ironis lagi sudah tidak mau menghormati kepada orang tua, baik guru maupun sesama. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa "watak" dengan "watuk" (batuk) sangat tipis perbedaannya. Apabila "watak" bisa terjadi karena sudah dari sononya atau bisa juga karena faktor bawaan yang sulit untuk diubah, namun apabila "watak" = batuk, mudah disembuhkan dengan minum obat batuk. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelas hal ini tidak dapat terlepas adanya perkembangan atau laju ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi yang mengglobal, bahkan sudah tidak mengenal batas-batas negara hingga mempengaruhi ke seluruh sendi kehidupan manusia.

    Makna Pendidikan

    Banyak kalangan memberikan makna tentang pendidikan sangat beragam, bahkan sesuai dengan pandangannya masing-masing. Azyumardi Azra dalam buku "Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi", memberikan pengertian tentang "pendidikan" adalah merupakan suatu proses di mana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. Bahkan ia menegaskan, bahwa pendidikan lebih sekedar pengajaran, artinya, bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu-individu.

    Di samping itu, pendidikan adalah suatu hal yang benar-benar ditanamkan selain menempa fisik, mental dan moral bagi individu-individu, agar mereka menjadi manusia yang berbudaya, sehingga diharapkan mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia yang diciptakan Allah Tuhan Semesta Alam sebagai makhluk yang sempurna dan terpilih sebagai khalifahNya di muka bumi ini yang sekaligus menjadi warga negara yang berarti dan bermanfaat bagi suatu negara.

    Perkembangan Pendidikan

    Bangkitnya dunia pendidikan yang dirintis oleh Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara untuk menentang penjajah pada massa lalu, sungguh sangat berarti apabila kita cermati dengan saksama. Untuk itu tidak terlalu berlebihan apabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini, sebagai bentuk refteksi penghargaan sekaligus bentuk penghormatan yang tiada terhingga kepada para Perintis Kemerdekaan dan Pahlawan Nasional. Di samping itu, betapa jiwa nasionalisme dan kejuangannya serta wawasan kebangsaan yang dimiliki para pendahulu kita sangat besar, bahkan rela berkorban demi nusa dan bangsa. Lantas bagaimana perkembangan sekarang? Sangat ironis, memang. Banyak para pemuda kita yang tidak memiliki jiwa besar, bahkan sangat mengkhawatirkan, janganjangan terhadap lagu kebangsaan kita pun sudah tidak hafal, jangankan menghayati. Namun, kita sangat yakin dan semakin sadar, bahwa hanya melalui dunia pendidikanlah bangsa kita akan menjadi maju, sehingga dapat mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain di dunia, sekaligus merupakan barometer terhadap kualitas sumber daya manusia.

    Krisis moneter yang berlanjut dalam krisis ekonomi yang terjadi hingga puncaknya ditandai dengan jatuhnya rezim Soeharto dari kekuasaannya pada Mei 1998 yang lalu, telah mendorong reformasi bukan hanya dalam bidang politik dan ekonomi saja, melainkan juga terimbas dalam dunia pendidikan juga. Reformasi dalam bidang pendidikan, pada dasarnya merupakan reposisi dan bahkan rekonstruksi pendidikan secara keseluruhan atau secara komprehensif integral. Reformasi, reposisi dan rekonstruksi pendidikan jelas harus melibatkan penilaian kembali secara kritis pencapaian dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

    Apabila kita amati secara garis besar, pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh dan harapan, apalagi untuk mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan pada tingkat global. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif, pendidikan nasional masih memiliki banyak kelemahan mendasar. Bahkan pendidikan nasional, menurut banyak kalangan, bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik, melainkan gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian (nation and character building), bahkan terjadi adanya degradasi moral.

     

    Reformasi Pendidikan

    Kita harus sadar, bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini sangat penting, bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa ditawar-tawar lagi). Hal ini cukup beralasan. Mengapa mutlak diperlukan? Karena adanya krisis yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas, lebih banyak berupa wacana yang seolah-olah bangsa ini diajak dalam dunia mimpi. Tentu masih ingat beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan pandangan, bahwa bangsa kita akan makmur, sejahtera nanti di tahun 2030. Suatu pemimpin bangsa yang besar untuk mengajak bangsa atau rakyatnya menjadi "pemimpi" dalam menggapai kemakmuran yang dicita-citakan.

    Banyak kalangan masyarakat yang mempunyai pandangan terhadap istilah "kelatahan sosial" yang terjadi akhir-akhir ini. Hal ini memang terjadi dengan berbagai peristiwa, seperti tuntutan demokrasi yang diartikan sebagai kebebasan tanpa aturan, tuntutan otonomi sebagai kemandirian tanpa kerangka acuan yang mempersatukan seluruh komponen bangsa, hak asasi manusia yang terkadang mendahulukan hak daripada kewajiban. Pada akhirnya berkembang ke arah berlakunya hukum rimba yang memicu kesukubangsaan (ethnicity). Kerancuan ini menyebabkan orang frustasi dan cenderung meluapkan perasaan tanpa kendali dalam bentuk "amuk massa atau amuk sosial".

    Berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan, pendidikan nasional pada saat yang sama (masih) tetap memikul peran multidimensi. Berbeda dengan peran pendidikan pada negara-negara maju, yang pada dasarnya lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, peranan pendidikan nasional di Indonesia memikul beban lebih berat Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yang tentu saja hal terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building), yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab.

    Oleh karena itu, reformasi pendidikan sangat mutlak diperlukan untuk membangun karakter atau watak suatu bangsa, bahkan merupakan kebutuhan mendesak. Reformasi kehidupan nasional secara singkat, pada intinya bertujuan untuk membangun Indonesia yang lebih genuinely dan authentically demokratis dan berkeadaban, sehingga betul-betul menjadi Indonesia baru yang madani, yang bersatu padu (integrated). Di samping itu, peran pendidikan nasional dengan berbagai jenjang dan jalurnya merupakan sarana paling strategis untuk mengasuh, membesarkan dan mengembangkan warga negara yang demokratis dan memiliki keadaban (civility) kemampuan, keterampilan, etos dan motivasi serta berpartisipasi aktif, merupakan ciri dan karakter paling pokok dari suatu masyarakat madani Indonesia. Jangan sampai yang terjadi malah kekerasan yang meregenerasi seperti halnya yang terjadi di IPDN yang menjadi sorotan akhir-akhir ini (Kompas 16/4), Kekerasan fisik yang mengorbankan nyawa dan harta benda tersebut, sangat jelas terkait pula dengan masih bertahannya "kekerasan struktural" (structural violence) pada tingkat tertentu. Akibatnya, perdamaian hati secara hakiki tidak atau belum berhasil diwujudkan.

     

    Pendidikan Karakter

    Tidak perlu disangsikan lagi, bahwa pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah, masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut, tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan.

    Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan. Sebagaimana disarankan Philips, keluarga hendaklah kembali menjadi school of love, sekolah untuk kasih sayang (Philips, 2000) atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang (keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah). Sedangkan pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tatapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. Pemberian penghargaan (prizing) kepada yang berprestasi, dan hukuman kepada yang melanggar, menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discowaging) berlakunya nilai-nilai yang buruk. Selanjutnya menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (characterbase education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter, seperti; pelajaran Agama, Sejarah, Moral Pancasila dan sebagainya.

    Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab (1996 ; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan di sini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.

    Apabila kita cermati bersama, bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan, penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita, seperti Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, Prof. HA. Mukti Ali, Ki Hajar Dewantara misalnya, mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika, perilaku yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. KH. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam, sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya, seperti penyakit dikotomi, profesionalitas pendidiknya, sistem pendidikan yang masih lemah, perilaku pendidiknya dan lain sebagainya.

    Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan, bahkan tidak bisa ditunda, mulai dari lingklingan rumah tangga, sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. Semoga ke depan bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini, esok dan selamanya. Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei Tahun 2007 yang lalu dan mereka yang lahir pada tanggal yang sama, semoga panjang umur dan berjiwa pendidik yang patut disuri tau-ladani generasi yang akan datang, bahkan lestari selamanya. Amin. ©

     

     

     

 
 
  • PPDB SMP 1 PAMOTAN 2010-2011

    PDF Cetak E-mail

    A. WAKTU PENDAFTARAN :

    Pendaftaran dibuka

    tanggal         :  28  s.d. 30  Juni 2010

    Tempat          : Di SMP Negeri 1 Pamotan

    W a k t u      : Pukul 08.00 – 12.00 WIB  

                           Jumat Pukul : 10.00 – 11.00

    B. SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN :

    1. Calon siswa mendaftarkan langsung atau secara kolektif lewat Kepala SD/MI dengan menggunakan formulir yang telah disediakan.
    2. Menyerahkan Daftar Nilai Ujian Sekolah Komputerisasi asli. Bagi Pendaftar  yang menggunakan Daftar Nilai Ujian Sekolah Komputerisasi foto copy harus disyahkan oleh Ketua Rayon Sekolah.
    3. Menyerahkan foto copy STL SD/MI yang telah dilegalisir.
    4. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.
    5. Menyerahkan pas foto hitam putih berukuran 3x4 Cm = 3 lembar.
    6. Umur pada awal Tahun Pelajaran 2010/2011 setinggi-tingginya 18 tahun.
    7. Melampirkan foto copy sertifikat kejuaraan (antara Juli 2010 s.d. Juni 2011) yang telah dilegalisir, bagi yang memiliki.

    C. KETENTUAN SELEKSI

    Kelas VII Baru berdasarkan Peringkat (Rangking) Daftar Nilai Ujian Sekolah Komputerisasi (Tiga Mata Pelajaran : Bhs. Indonesia, Matematika dan IPA) dan nilai Bakat/Prestasi yang dimiliki.

    Dengan Rumusan : N = A + B

    N : Nilai Akhir

    A : Nilai Ujian Nasional

    B : Bonus Nilai bakat/Prestasi.

    Dengan Ketentuan:

    1. Kejuaraan Tingkat Internasiona (Diterima tanpa seleksi)
    2. Kejuaraan Tingkat Nasional (Diterima)
    3. Kejuaraan Tingkat Propinsi:
      1. Juara 1 Bonus Nilai 3,00
      2. Juara 2 Bonus Nilai 2,75
      3. Juara 3 Bonus Nilai 2,50
      4. Kejuaraan Tingkat Eks Karisedenan
        1. Juara 1 Bonus Nilai 2,25
        2. Juara 2 Bonus Nilai 2,00
        3. Juara 3 Bonus Nilai 1,75
        4. Kejuaraan Tingkat Kecamatan
          1. Juara 1 Bonus Nilai 0,75
          2. Juara 2 Bonus Nilai 0,50
          3. Juara 3 Bonus Nilai 0,25

    D. Pengumuman hasil seleksi

    Penerimaan Peserta Didik Kelas VII Baru dilaksanakan pada Tanggal 3 Juli 2010 Jam 09.00 WIB. Bagi yang tidak diterima Daftar Nilai Ujian Sekolah Komputerisasi asli akan dikembalikan.

    1. Pendaftaran ulang bagi yang diterima tanggal  5 - 7     Juli 2010 dengan menyerahkan :

        a. Menunjukkan STL SD/MI asli.

        b. Mengisi serta menandatangani surat Pernyataan Calon Siswa yang telah disediakan oleh Panitia PPD.

        c. Penyelesaian Uang Seragam Sekolah

     E. LAIN-LAIN :

    1. Bagi calon siswa yang diterima tetapi tidak mendaftarkan ulang dalam batas waktu yang telah ditentukan, dinyatakan gugur dan tempatnya akan diberikan pada urutan peringkat berikutnya.
    2. Bila ada hal-hal yang dirasa kurang jelas, dapat ditanyakan kepada Panitia PPD ( SMP Negeri 1 Pamotan).
    3. Daya Tampung Peserta Didik Kelas VII Baru 7 (tujuh) kelas.

    F. Fasilitas Yang Ada di SMP Negeri 1 Pamotan :

    Musholla, Ruang-ruang kelas yang memadai, laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang musik, ruang media, ruang ketrampilan, lapangan olahraga, Jaringan Komputer (HOST POT)

    G. Kegiatan Pengembangan Diri/Ekstra kurikuler :

                    Pramuka, PMR, KIR, PKS, Olah Raga (Atletik, Bola volli, Bola Sepak, Basket, Tenis Meja), Keagamaan (Qiro’ah, Kuliah Pagi, BTA, Murotal), Kesenian (Seni Musik, Seni Suara, Seni Tari, Seni Rebana/Hadroh, Seni Baca Puisi, Seni Lukis), Sablon, Ketrampilan berbahasa (Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Jawa), Komputer, Majalah Dinding, Tata Boga, Tata Busana.

     

    Demikian Pengumuman kami untuk mendapatkan perhatian seperlunya.

     

     

     

     

    Pamotan,   17 Juni  2010

    Kepala Sekolah

     

     

     

     

    SUPRIYANTO, S.Pd.

    NIP 19630617198501 1002

    LAST_UPDATED2
 
  • Mengarang

    Cetak E-mail
    Hari ini tanggal 9 Desember 2009 diperingati hari Anti Korupsi Sedunia, dengan semangat anti korupsi kita cegah terjadinya korupsi dari kalangan yang paling kecil. Sebagai instansi pendidikan, SMKN 1 Rembang berkomitmen untuk bersih dari namanya korupsi dari kalangan guru, staff pegawai, siswa dan semua keluarga besar SMKN 1 Rembang.
 

Pencarian

Polling

Menurut Anda,bagaimana falitas pendidikan di SMP 1 Pamotan?
 

Anda Pengunjung ke

002553

Selamat Datang

Selamat datang di situs resmi SMP Negeri 1 Pamotan Rembang. Selain memberikan informasi, Website SMP Negeri 1 Pamotan juga ingin menyerap berbagai masukan positif dari stakeholders demi kemajuan sekolah. Website SMP Negeri 1 Pamotan adalah sebuah media yang mudah diakses dimanapun dan kapanpun sebagai wadah untuk memberitakan kepada seluruh dunia tentang segala hal tentang SMP Negeri 1 Pamotan. Semoga Teknologi Informasi sebagai wujud peradaban manusia saat ini senantiasa membawa kemuliaan bagi kita semua.